Aku adalah seorang muslimah yang sedang dalam proses berhijrah. Hijrah yang dalam arti menuju sesuatu dengan meninggalkan sesuatu. Aku sedang memperbaiki penampilanku, yang kini sudah mulai meninggalkan kebiasaan berpakaian dengan celana jeans. Alhamdulillah berkat motivasi, bantuan, dan dukungan dari teman-temanku yang shalihah, aku bisa berhijrah dengan baik. Aku semakin senang untuk mendekatkan diriku kepada Allah swt.
Mengenai diri sendiri, sejujurnya aku adalah seorang perempuan yang seringkali mempermasalahkan fisik. Aku mempunyai fisik yang menurutku gemuk, yang membuatku seringkali tidak percaya diri, suka merasa minder dengan wanita-wanita yang mempunyai fisik ideal nan cantik, juga terkadang merasa iri. Kebiasaan itu membuatku seringkali ingin melakukan program diet. Namun program tersebut dilarang oleh ibu, dan juga keluargaku. Mereka melarangku karena pada suatu waktu, aku sedang menjalankan program diet. Aku berhasil menurunkan berat badanku, namun alhasil aku jatuh sakit. Itulah sebabnya mereka melarangku. Namun, hal tersebut membuatku menangis. Ya, aku menangisi diriku sendiri. Aku ingin sekali mempunyai fisik yang ideal, juga wajah yang cantik seperti perempuan-perempuan diluar sana. Aku pernah menangis di depan ibuku, dan kubilang padanya bahwa aku ingin mempunyai tubuh yang ideal seperti teman-temanku. Namun ibuku berkata, “Nadia, tubuhmu itu masih terbilang standar. Tidak kurus tidak juga gemuk. Untuk apa kamu diet kalau hanya bikin kamu sakit?”
Aku memang perempuan yang bisa dibilang suka terbawa perasaan hingga aku seringkali merasa minder dengan teman-temanku. Sewaktu aku duduk di bangku SMA, aku seringkali diejek oleh temanku, baik yang perempuan maupun yang laki-laki. Aku sering dibilang seperti “bebek”, sering dipanggil dengan sebutan “endut” juga tak jarang dipanggil dengan sebutan “tembem”. Tak jarang pula hal itu membuatku menangis. Memang saat disekolah, aku tak pernah menunjukkannya, namun ketika sudah dirumah aku luapkan semua rasa sedihku dengan menangis.
Hingga pada suatu hari, aku sedang berbicara dengan temanku. Kita sedang membicarakan pelajaran sekolah. Lalu tiba-tiba temanku berkata “aku ingin deh seperti kamu, Nad. Kamu pintar, sholehah, baik, cantik, juga rajin.” Apa kau tahu? Padahal dalam hatiku, aku selalu ingin menjadi seperti temanku yang mempunyai wajah cantik, juga tubuh yang ideal. Tapi ternyata dibalik itu semua, dia ingin menjadi sepertiku. Yang seringkali aku permasalahkan soal fisik juga kecantikan.
Maka sejak saat itulah, aku baru menyadari. Bahwa jika Allah telah memberikan kekurangan kepada suatu makhluk, Dia juga memberikan kelebihannya. Ya, mungkin menurutku, aku kekurangan dalam hal fisik. Namun menurut orang lain, aku memiliki kelebihan. Yaitu perempuan yang pintar, baik, sholehah, cantik, dan rajin. Yang tak kusangka bahwa ada yang menginginkan untuk menjadi diriku. Itulah yang membuatku sekarang sadar, bahwa untuk menjadi seperti apa yang aku inginkan, aku tak perlu menjadi orang lain. Cukuplah aku menjadi diriku sendiri. Cukuplah aku menyukai apa yang ada di dalam diriku, dan bersyukur atas segala sesuatu yang telah Allah berikan kepadaku. Karena aku tak akan pernah tahu, bahwa diluar sana mungkin banyak sekali orang-orang yang menginginkan untuk menjadi diriku. Kini aku merasa lebih percaya diri dengan diriku sendiri sebagai seorang muslimah. Aku tak mempermasalahkan fisikku lagi, karena sesungguhnya kecantikan yang hakiki adalah kecantikan yang berasal dari hati (inner beauty). So, I’m proud to be myself. Kini aku telah bangkit dari rasa minder ku. Dan aku takkan berkecil hati lagi, karena Allah telah memberi karunia yang sangat besar untuk diriku.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar